Live Thursday, 16 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Erick Thohir Tanggapi Kritik Rangkap Jabatan Tidak Kepala Batu
Sepakbola

Erick Thohir Tanggapi Kritik Rangkap Jabatan

Elsa Gita Sabila September 23, 2025 10 months lalu
Erick Thohir Tanggapi Kritik Rangkap Jabatan Tidak Kepala Batu
Erick Thohir Tanggapi Kritik Rangkap Jabatan Tidak Kepala Batu

WARUNGSPORTS – Erik Thohir menegaskan kembali bahwa meskipun saat ini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, masa jabatannya sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (FIK) akan berlanjut hingga 2027. Semuanya sesuai dengan piagam.

“Saya telah berkonsultasi dengan FIFA mengenai posisi saya. FIFA menjawab bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan piagam karena karier sepak bola saya sesuai dengan piagam. Apa artinya ini? Masa jabatan saya (di FIK) akan berlangsung hingga 2027,” kata Erik Thohir dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa, 23 September.

Erik Thohir menekankan hal ini karena masa jabatan Ketua Umum FIK hampir tidak pernah berakhir. Pada 2015, setelah masa jabatan Zohar Arifin berakhir, La Nyala Mataliti mengambil alih jabatan Ketua Umum.

Namun, ia juga tidak menyelesaikan masa jabatannya secara penuh. Menurut situs web Persatuan Sepak Bola Indonesia (FIA), Ra Nyala menjabat sebagai presiden hanya sekitar satu tahun (2015-2016), disusul oleh Edi Rachmayadi yang menjabat selama tiga tahun (2016-Januari 2019).

Setelah itu, Joko Deliyono menjabat sebagai pelaksana tugas presiden FIA (Januari-Maret 2019), dan Ivan Budianto juga menjabat sebagai pelaksana tugas presiden (Maret-November 2019).

Mohammad Iriawan menjabat sebagai presiden dari November 2019 hingga Februari 2023, sementara Erik Thohir telah menjabat sebagai presiden FIA sejak Februari 2023.

Erik Thohir berharap dapat menyelesaikan masa jabatannya, terutama karena cetak biru pengembangan FIA telah ditetapkan.

“Coba pikirkan, semua pergantian kepemimpinan dari 2015 hingga 2022 terjadi selama pelaksanaan cetak biru tersebut,” ujarnya.

“Jadi, ini bukan berarti saya sedang menegaskan legitimasi saya. Kami akan menjalankan tugas kami, dan jika saya berhasil sampai 2027, saya hanya akan menjabat satu periode. Peraturan FIFA mengizinkan tiga periode. Ini berarti saya menghormati itu.”

Hal ini juga menunjukkan bahwa meskipun kini ia juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Eric akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia. “Jadi, saya tidak keras kepala dan berasumsi saya bisa melakukannya tiga kali. Peraturannya menyatakan Anda bisa mencoba tiga kali. Ini adalah upaya nyata pertama saya untuk menyelesaikannya,” tegas Eric.

Berita Terkait