
Warungsports – Hampir menerima kekalahan beruntun di dua pertandingan pertama The International 10 kontra Evil Geniuses dan Invictus Gaming. T1 pernah mendapat kemenangan di match berat lawan VP untuk pertama kalinya.
Sayangnya, kesempatan tersebut tak berlangsung lama karena sang juara bertahan TI. Menunggu di pertandingan keempat mereka dan mampu mengalahkan yang ketiga kali untuk T1.
Penggemar mulai banyak yang kecewa dengan nasib T1 di TI10, mereka sudah diarea akan keguguran duluan dari fase group stage. Tetapi, tanpa disangka Xepher-Whitemon dan juga ketiga pemain T1 lain bisa membabat empat pertandingan tersisa melawan Undying, Thunder Predator, Aster, dan Alliance.
Dari keempat kemenangan itu, dan juga bantuan dari tim Undying yang menumbangkan tim Evil Geniuses menjadikan T1 masuk ke upper bracket di main event yang akan datang. Cuma, apes bagi T1 karena akan melawan “Raja Terakhir” PSG.LGD.
SEJARAH YANG BURUK BAGI T1 BERTANDING MELAWAN PSG.LGD
Gelar raja terakhir memang layak bila T1 melihat rekor pertemuan mereka dengan PSG.LGD. Sejak Maret 2021 lalu di turnamen Singapore Major, T1 belum sekalipun menang melawan PSG.LGD.
Kemudian, T1 juga gugur di ajang WePlay AniMajor, ESL One Fall dan OGA DOTA Pit Invitational dengan skor kutukan 2-1 lagi-lagi oleh PSG.LGD.
Semangat Penggemar yang nonton performa menanjak tim T1 langsung luntur akibat undian main event yang tidak sama dengan ekspektasi.
PSG.LGD sendiri sangat menonjol di fase grup TI10 dengan menuliskan 7 kemenangan dan satu kali seri. Tidak heran kalau tim asal China itu jauh lebih hebat di pertemuan ke depan.
Siapa tahu, pertandingan kelima PSG.LGD vs T1 akan membuahkan hasil berbeda. Bagaimanapun, T1 tidak mampu meminta lawan mudah di pertandingan sekelas TI10. Hanya saja, dengan menghadapi yang terbaik, mereka layak jadi tim terbaik untuk memenangkan Aegis of Champion.



