
Warungsports – Giacomo Agostini, Miris melihat Valentino Rossi yang kian memburuk. Agostini sebenarnya ingin segera Rossi pensiun. Karna ia merasa tak ada hak untuk hal tersebut.
Agostini merasa pensiun itu adalah sebuah hal yang sangat pribadi. Ia pun menyatakan tidak mau menggurui Rossi untuk pensiun. Karna Agostini merasa dirinya tidak ada sangkut paut dengan rider Petronas Yamaha SRT tersebut.
Jika melihat ayahnya Rossi saja justru ia masih bisa balapan untuk tiga sampai empat tahun kedepan. Pihak keluarga Rossi saja berkata Rossi masih bisa balapan. Agostini yang bukan siapa-siapa tak bisa berkata apa-apa.
Gara-gara itulah Agostini geregetan melihat kondisi Rossi saat ini. Lantaran tak kompetitif lagi Agostini sebenarnya mau Rossi pensiun. Lagi dan lagi ia sadar tak ada hak untuk melalukan hal tersebut.
“Seseorang pernah meminta kepada saya untuk mengatakannya, Akan tetapi saya tidak bisa melakukan hal tersebut.” Ujar Agostini.
“Sangat sedih melihat Valentino Rossi tidak menang lagi, Namun saya tetap tidak bisa mengatakan hal tersebut. Karna, Hal tersebut sangat bersifat pribadi.” Tambahnya.
“Tentunya saya sangat menghormatinya. Saya tidak mau menjadi seperti seorang guru, profesor, bahkan ayah. Ayahnya saja mengatakan bahwa ia bisa balapan tiga sampai empat tahun kedepan. Saya bukan siapa-siapa jadi saya tidak berhak melakukan hal tersebut.” lanjut Agostini.
Agostini yang awalnya senang melihat penampilan Rossi kini menjadi prihatin.
MotoGP 2021 sudah berjalan Empat seri balapan, Namun tidak ada yang berbuah manis untuk Rossi. Hal tersebut lantas membuat legenda MotoGP Giacomo Agostini merasa sedih.
Bahkan Agostini mengaku menangis selama 3 hari saat sudah memutuskan diri untuk pensiun pada 1977. Keputusan itu tetap diambil Agostini karna memang benar sudah waktunya berhenti.
“Ketika saya memutuskan untuk pergi dari hal yang saya sangat cintai, saya benar-benar memikirkannya cukup lama. Dari saya lahir, saya tidak banyak memikirkan wanita, mobil, dan hal lainnya. Yang saya pikirkan hanyalah motor.” cerita Agostini.
“Motor adalah hal yang sangat saya sukai. Bahkan saya menangis selama tiga hari ketika memutuskan untuk pensiun. Saya sudah tahu, saya akan meninggalkan sesuatu hal yang mungkin saya tidak bisa rasakan lagi.” tambahnya
“Hal seperti kegembiraan saat memenangkan balapan, finis di podium, dan ketika publik menyukai anda. Tak ada hal yang dapat memberikan anda hal semacam itu.” lanjut Agostini.
“Anda bisa saja menjadi kelapa perusahaan atau hal lainnya, namun itu tidak sama dengan anda memenangkan sesuatu hal yang anda sangat cintai. Sangat sulit bagi semua orang untuk berkata itu sudah cukup.”Imbuhnya.
Dengan pengamalamnya itu, Agostini tahu betul apa yang dirasakan Rossi saat ini. Namun ia merasakan bahwa dengan umur 42 tahun tersebut sudah cukup bagi Rossi untuk pensiun.


