
Warungsports – Sabuk juara kelas berat ringan secara mengejutkan berpindah tangan dalam hajatan UFC 267 pada akhir bulan Oktober lalu.
Glover Teixeira resmi menjadi juara baru tertua di UFC, dia berusia 42 tahun, dan bisa mengalahkan Jan Blachowicz melalui kuncian.
Berkat kemenangan atas Jan Blachowicz itu, Glover Teixeira langsung mengurungkan niatnya untuk pensiun dari UFC.
Dengan dia sekarang berstatus sebagai juara kelas berat ringan UFC, Glover Teixeira tentu sudah dinanti oleh penantang gelar lainnya, yakni Jiri Prochazka.
Tak banyak pendatang baru bisa tampil sangat mendobrak saat berkompetisi di UFC, akan tetapi Jiri Prochazka termasuk orang yang bisa melakukan hal tersebut.
Lewat dua kemenangan melalui KO yang mengesankan, Jiri Prochazka langsung mendapatkan keistimewaan untuk jadi petarung cadangan Jan Blachowicz vs Glover Teixeira di UFC 267.
Namun, jasa Jiri Procahzka di laga tersebut tidak dibutuhkan dan kini jelas target berikutnya untuk jagoan berjulukan Danisa ini adalah menghadapi Glover Teixeira.
“Rencana saya adalah manajer berbicara mengenai sesuatu dengan UFC, mengenai pertarungan saya selanjutnya.”
“Saya ingin bertarung ketika sabuk juaranya sudah siap,” ucap Jiri Prochazka dikutip Juara.net dari MMANews.
Akan tetapi, keinginan Jiri Prochazka untuk segera bertanding melawan Glover Teixeira tampaknya tidak akan berjalan dengan mudah.
Pasalnya, sang juara baru mengalami cedera yang cukup serius dan ditargetkan baru bisa pulih pada bulan April atau Mei 2022.
Tak ingin menunggu terlalu lama, Prochazka kemudian mengaku terbuka untuk menerima pertarungan dalam waktu dekat menghadapi jagoan peringkat 5 besar di kelas berat ringan UFC.
Hal ini dilakukan Prochazka supaya dirinya tetap aktif bertarung dan tidak kehilangan momentumnya yang sedang menanjak.
“Jika memakan waktu lama untuk menunggu laga perebutan gelar juara, mungkin saya akan menghadapi seseorang dari peringkat 5 besar,” kata Jiri Prochazka melanjutkan.
“Namun, semua orang sudah tahu tentang saya dan di UFC mereka membicarakan saya serta peluang saya dalam perebutan sabuk juara.”
“Jadi, saya tidak ingin memikirkan hal itu lebih banyak lagi.”
“Saya hanya ingin tahu: ‘Oke, Anda harus bertarung. Bersiap-siaplah’. Saya tidak ingin berbicara mengenai hal itu dan hanya bicara omong kosong terus.”
“Saya hanya ingin tampil dalam pertarungan yang logis, apa yang baik untuk saya, itu saja,” pungkas Jiri Prochazka.
Jika Prochazka terbuka menghadapi petarung lain yang berada di 5 besar sebelum bersua Glover Teixeira, maka hanya ada satu pilihan yang masuk akal, yakni melawan Aleksandar Rakic.



