
Warungsports – Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX akan resmi dibuka pada 2 Oktober mendatang. Salah satu yang akan melewati obor adalah atlet Erni Sokoy peraih medali SEA Games.
Erni lahir di Sentani, Papua pada 5 Desember 1989 dan sudah sering meraih sukses dalam olahraga dayung. Dia juga telah memenangkan medali emas di Asian Games Tenggara berkali-kali.
Kehidupan awal Erni tidak ada hubungannya dengan berperahu. Semasa muda, ia lebih lekat dengan dunia pendidikan dan belajar di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sendai.
Dia adalah istri dari pelatih dayung Papua Vines Kambay dan mereka saat ini memiliki dua anak. Ia juga dikenal sebagai ibu pekerja keras yang mengasuh kedua putrinya.
Erni bergabung dengan Pusdiklat PODSI pada tahun 2005 dan memulai karir dayung profesionalnya. Saat itu, ia memulai perjuangannya sebagai atlet perahu naga dan nomor ganda kayak.
Seiring berjalannya waktu, Erni dipercaya untuk melakukan tugas di nomor kayak tunggal. Lalu siapa sangka dia menorehkan prestasi demi prestasi di nomor ini.
Pertama, pada 2013, ia memenangkan medali emas di K-1 200m putri dan K-1 500m putri di Divisi Kano Asian Games 2013 di Myanmar. Dalam debutnya, ia meraih dua medali emas sekaligus.
Ernie meraih medali emas di SEA Games 2013 dengan K-1 200 meter dalam waktu 42,948 detik dan K-1 500 meter dalam 2 menit dan 6,090 detik, yang akan berlanjut di Eastern Games 2015 mendatang.
Namun, kali ini Ernie hanya mampu meraih medali perak di ajang K-1 500m. Waktu terbaiknya kalah dari Stephenie Chen dari Singapura.
Dalam lomba K-2 500m, Elney meraih medali perunggu. Di kelas ganda putri, ia berpasangan dengan Masripa.
Tahun berikutnya, Elni menjadi andalan PON XIX Papua di Jawa Barat 2016, di mana ia membawa kebanggaan Papua dengan dua medali emas.
Medali emas berasal dari K-1 500 meter putri dan K-1 200 meter putri. Dia mengalahkan rekan setim regionalnya Litashova Yom, yang memenangkan medali perak.
Prestasi inilah yang mendorong Erni dicalonkan sebagai duta PON Papua XX 2021. Ia diharapkan bisa menjadi perwujudan semangat perempuan Papua di kancah olahraga nasional.
Dia juga akan dipercaya untuk melewati obor PON pada upacara pembukaan di Jayapura nanti pada 2 Oktober 2021. Ia akan membawanya bersama Kartika Monim, legenda bola voli dari Papua.



