Live Thursday, 16 July 2026
Sport Indonesia • Piala Dunia • Liga Eropa • MotoGP
Breaking
Sepakbola

Ketua Umum PSSI Ajak Raffi Ahmad Fokus Ke Sepakbola

Elvina May 4, 2021 5 years lalu

Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan meminta pemilik Rans Cilegon United Raffi Ahmad harus siap dengan segala konsekuensi yang akan dihadapi dengan bergabung ke dunia sepakbola.

Hal itu diungkapkan Iriawan setelah bertemu dengan Raffi di sekretariat PSSI, Senin (3/05/21)malam WIB. Menurut Iriawan, Raffi harus memberikan waktu sama tempatnya untuk sepakbola dibanding entertaiment.

Raffi Ahmad merupakan salah satu sosok selebritas papan atas Indonesia. Berbagai kegiatan syuting, termasuk televisi, yang berlangsung hampir setiap hari dikhawatirkan memecah konsentrasi Raffi dalam mengurus klub barunya.

“Makin banyak orang yang berkecimpung di sepakbola profesional, apakah itu pengusaha atau selebriti, saya makin senang. Mengurus sepakbola tidak mudah. Jadi begitu nyemplung ke dunia sepakbola, harus siap dengan semua yang anda miliki,”tutur Irawan.

“Syuting aja tidak pernah habis, kok tiba-tiba terjun ke dunia sepakbola. Karena itu, saya minta kepada kalian, begitu nyemplung ke dunia sepakbola, harus konsentrasi. Nanti banyak waktu yang tersisa untuk sepak bola,”

Ketum PSSI itu menambahkan lagi, mengelola klub sepakbola tidak semudah memballikan telapak tangan, karena mereka dituntut membawa tim untuk meraih kesuksesan. Hubungan baik antara pemilik, manajemen, dan pemain sangat penting dalam memajukan tim.

“Dari Liga 2, tentu anda ingin naik ke Liga 1, tapi kompetisi cukup ketat. Paling penting ialah bagaimana memiliki manajemen yang baik, kemudian pelatih yang bagus, lalu bagaimana hubungan antara manajemen, chairman dan pemain. Saya rasa itu kunci terbaik dalam mengelola sepakbola,”

Iriawan sangat berharap untuk kedepannya akan lebih banyak selebritis yang terjun ke dunia sepakbola pada masa mendatang, mengingat sepakbola merupakan olahraga yang paling digemari di Indonesia.

Kehadiran sosok Raffi Ahmad di Liga 2 sangat membantu untuk menaikkan pamor dari kasta Liga kedua di Indonesia itu. Selama ini, Liga 2 kalah pamor dibandingkan dengan Liga 1.

Berita Terkait